**SPOILER ALERT**
Gadis Jeruk by Jostein Gaarder
My rating: 5 of 5 stars
Buku ini menceritakan tentang sebuah surat (tentang) (kisah) cinta.
Surat dari seorang ayah kepada anaknya. Surat yang baru dibaca oleh si penerima surat bertahun-tahun setelah si penulis surat wafat… Surat yang menceritakan tentang si Gadis Jeruk, perempuan yang sangat dikagumi dan dicintai oleh Jan Olav, si penulis surat.
Pada suatu hari di masa mudanya, Jan Olav bertemu dengan perempuan yang membawa banyak sekali jeruk. Dia menyebutnya sebagai Gadis Jeruk. Jan Olav mencoba mengejar Gadis Jeruk dan ingin mengenalnya lebih jauh. Surat itu menceritakan kisah-kisah hubungan Jan Olav dengan Gadis Jeruk dengan cukup rinci. Maka Georg pun membaca kisah pertemuan awal antara keduanya, juga tentang betapa semangatnya sang ayah mencari si Gadis Jeruk yang tampak misterius itu. Lucunya, bukan ayahnya saja yang terus ingin bertemu dengan Gadis Jeruk, si Gadis Jeruk pun mencari-cari Jan Olav. Kisah cari-mencari di antara keduanya ini mencapai pernikahan mereka. Jadi si Gadis Jeruk adalah ibu kandung Georg sendiri.
*so sweet*
Saat menulis surat itu, Jan Olav sadar hidupnya tinggal sebentar lagi karena penyakit parah yang dideritanya. Tujuannya menulis surat itu bukan sekadar berbagi kisah cintanya kepada anaknya. Dengan menceritakan hal itu dia ingin agar Georg menjawab beberapa pertanyaan, sekaligus ingin memberikan nasehat yang diharapkannya akan selalu diingat oleh Georg.
Pertanyaan yang paling penting adalah, apakah jika kita boleh memilih untuk menolak saat ditawarkan kehidupan, kita tetap menerima tawaran untuk hidup itu ? Kita sudah tahu bahwa hidup ini hanya sebentar. Waktu yang kita jalani saat hidup di dunia, sangat tidak berarti jika dibandingkan dengan total waktu yang telah dijalani alam semesta untuk berada.
Jika aku tahu bahwa sesuatu berasa luar biasa lezat, aku masih mungkin menolak untuk mencicipinya jika yang ditawarkan kepadaku hanya seberat satu miligram.
Yang pasti, semua dari kita sekarang sudah terlanjur hidup di dunia ini. Dunia yang selalu penuh dengan kejutan. Setiap hal di dunia ini kelihatannya memang tidak lebih dari sebuah kebetulan. Namun setiap kebetulan itu tidak ada yang bisa dianggap remeh. Sebab perubahan satu kebetulan saja bisa mengubah garis besar dari cerita kehidupan, seperti kebetulan-kebetulan yang dialami Jan Olav pada masa-masa dia mencari Gadis Jeruk.
***
- buku Jostein Gaarder kelima yang gue baca (kalo Dunia Sophie dihitung yah, hehe). dari kelimanya ini yang paling berkesan buat gue. buku yang romantis tapi juga cerdas pada saat yang sama. udah gitu kalimat2nya enak dibaca dan gampang dimengerti. sampe rasanya ga ada kalimat yang ga bagus di sini.. sampe banyak banget kalimat2nya yg pengen gue kutip (lebay kah?).
- yang tertarik sama astronomi, terutama teleskop Hubble, pasti bakal suka sama cerita Gadis Jeruk. soalnya teleskop Hubble juga sering disinggung di dalem buku ini. tapi di samping itu, gue merekomendasikan buku ini untuk siapa saja. bener2 terlalu bagus untuk tidak dibaca…
- dan btw, cerita buku ini udah dijadiin film di tahun 2009. pengen nonton!






